Striker-Striker Berkelas yang Dilelang Pep Guardiola

Striker-Striker Berkelas yang Dilelang Pep Guardiola

Striker-Striker Berkelas yang Dilelang Pep Guardiola – Laksana manajer hebat lainnya, Josep Guardiola pun sangat tegas ke anak buahnya. Para pemain yang tidak sejalan dengan gagasan dan filosofinya pasti saja mesti segera meninggalkan klub. Selama menangani Barcelona, Bayern Munchen dan Manchester City, Guardiola sudah lumayan sering melepas striker yang berkualitas. Bahkan sejumlah dari mereka punya reputasi yang mentereng dalam dunia sepakbola.

Berikut ini striker top yang sempat dipasarkan Josep Guardiola:

Samuel Eto’o – Setelah menolong Barcelona meraih treble pada musim kesatu Josep Guardiola, Samuel Eto’o telah tidak diperlukan lagi. Pemain Kamerun tersebut kemudian menjadi perangkat barter untuk menghadirkan Zlatan Ibrahimovic pada 2009. Eto’o dapat membuktikan bahwa Guardiola sudah melakukan kesalahan saat melepasnya dengan memenangkan treble secara berturut-turut bareng Jose Mourinho. Bahkan kesebelasan baru Eto’o tersebut mengalahkan kesebelasan asuhan Guardiola di babak semifinal Liga Champions. Eto’o meninggalkan Inter sesudah dua tahun di sana dan lantas mengembara ke sejumlah klub semisal, Chelsea, Everton, Sampdoria dan Antalayaspor.

Eidur Gudjohnsen – Saat Pep Guardiola mengambil alih Barca, Eidur Gudjohnsen sudah berpindah menjadi gelandang serang sesudah sebelumnya menjadi striker Chelsea di Premier League. Pemain Islandia tersebut tak terlalu berkontribusi ketika Barcelona meraih treble dan kemudian diperbolehkan bergabung dengan Monaco dan ia musti bertahan separuh musim di sana. Sejak meninggalkan Monaco, Gudjohnsen bermain utnuk Tottenham, Stoke City, Fulham, Cercle Brugge, Club Brugge, Bolton Wanderers, Shijiazhuang Ever Bright, Bolton Wanderers, Molde dan yang paling akhir adalah Pune City di India.

Zlatan Ibrahimovic – Josep Guardiola sukses mendatangkan striker Swedia dengan ongkos 59 juta pounds ditambah dengan Samuel Eto’o dari Inter Milan pada 2009. Ibrahimovic mengawali karirnya di Barcelona dengan baik dan mencetak 22 gol dari 46 laga. Namun, hubungan Guardiola dengan Ibrahimovic lantas memburuk di Camp Nou. Guardiola membina timnya di dekat Lionel Messi sampai-sampai tidak ada temoat untuk Ibrahimovic dan tidak mengejutkan saat sang pemain pindah ke AC Milan, tadinya dengan status pinjaman dan lantas permanen dengan ongkos 24 juta poundsterling. Ibrahimovic meraih kesuksesan sesudah meninggalkan Barcelona dengan memenangkan 17 trofi sekitar 7 tahun bareng Milan, PSG dan Manchester United.

Thierry Henry – Sebagai pemain, Thierry Henry telah memenangkan banyak trofi kecuali Liga Champions. Ia akhirnya dapat meraihnya di Barcelona ketika memenangkan treble pada 2009. Pada musim berikutnya, Henry kehilangan tempat nya secara permanen dari Pedro Rodriguez. Hal itu memicunya agar pindah ke New York Red Bulls di mana ia sukses mencetak 52 gol dalam 135 laga. Henry sempat pulang ke Arsenal dengan kedudukan pinjaman ketika bermain untuk New York Red Bulls. Sang legenda mencetak dua gol dalam tujuh penampilan untuk meningkatkan koleksi golnya di klub menjadi 228.

Bojan Krkic – Sempat dirasakan sebagai bintang masa mendatang Barcelona dan Spanyol, Bojan Krkic dapat menjadi pemain reguler di Camp Nou pada umur 17 tahun sebelum kedatagan Josep Guardiola. Bojan masih terus bermain untuk Guardiola walau tak dapat merebut satu tempat utama di sana. Pada akhirnya, Bojan memilih pindah dan bergabung dengan Roma di tahun 2011 sebelum hengkang ke AC Milan, Ajax, Stoke City dan Mainz. Bojan memenangkan Eredivisie ketika berada di Amsterdam dan tampil mengesankan ketika membela Stoke tapi dapat dibilang tidak berhasil memaksimalkan potensinya.

Mario Gomez – Meskipun mencetak 113 gol dalam 174 laga bagi Bayern Munchen, Mario Gomez tidak sesuai dengan Josep Guardiola sebab masalah work-rate dan kebugarannya. Gomez secara mengejutkan dilepas ke Fiorentina tak lama sesudah kedatangan Guardiola. Penampilan Gomez di Fiorentina tak berlangsung mulus terutama sebab masalah ligamen lutut yang pada akhirnya membuat dirinya dipinjamkan ke Besiktas pada tahun 2015. Gomez dapat menemukan ketajamannya kembali di Turki dengan mencetak 28 gol dalam 33 laga di liga untuk menolong Besiktas dengan titel Liga Super Turki dan urusan tersebut membuatnya pulang ke Jerman dengan hijrah ke Wolfsburg.

Mario Mandzukic – Mario Mandzukic dapat menyesuaikan diri dengan taktik Josep Guardiola sesudah mencetak 26 gol dalam 48 laga di musim debutnya. Namun ia akhirnya dipasarkan ke Atletico Madrid utnuk memberi ruang bagi Robert Lewandowski. Meski tampil sebagai penyerang yang perfect untuk Diego Simeone di Atletico, Mandzukic kelihatannya tidak berjodoh di La Liga dan akhirnya dipasarkan ke Juventus setelah cuma satu musim. Pemain Kroasia tersebut lantas mengejar kesuksesan di Turin sesudah menjadi pemain krusial Massimiliano Allegri. Kontribusinya yang sangat berkesan bagi Si Nyonya Tua salah satunya adalah mencetak gol dengan tendangan salto yang spektakuler di final liga Champions pada musim lalu. Claudio Pizarro pernah bersinar bareng Bayern Munchen pada periode kesatunya di klub. Ia lantas kembali ke Allianz Arena pada 2012 sesudah dari Werder Bremen. Pemain Peru tersebut menghabiskan dua musim di bawah asuhan Josep Guardiola tapi tidak begitu berhasil setelah hanya dapat mencetak 12 gol dari 43 laga. Pizarro lantas meninggalkan klub dan pulang ke Bremen utnuk ketiga kalinya pada tahun 2015. Pizarro meninggalkan Bremen pada akhir musim yang lalu dan di umur 38 tahun ia sedang menggali klub baru.

Wilfried Bony – Setelah gagal menunjukkan potensinya di Etihad, Wilfried Bony hendak mengembalikan ketajamannya dengan dipinjamkan ke Stoke City. Sayangnya, pemain Pantai Gading tersebut kesulitan memberikan akibat yang besar setelah hanya mampu mencetak dua gol dari 10 laga di EPL. Sekarang ia mesti mencari klub baru sesudah tak punya tempat di skuat City.

Leave a Reply

Your email address will not be published.